Info-404.blogspot.com, SINGAPURA - Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menyatakan Singapura telah siap untuk bekerjasama dengan Indonesia, demi meningkatkan aliran investasi antara dua negara tersebut.
Pernyataan tersebut dinyatakan dalam sebuah wawancara pada Kamis (4/6/2015) lalu. Namun, menurutnya, masih ada beberapa isu yang harus ditangani, terutama yang terkait dengan kerjasama ekonomi.
Baru-baru ini, Indonesia memperbarui perjanjian investasinya dengan sejumlah negara untuk memastikan bahwa perjanjian tersebut masih relevan dengan keadaan ekonomi sekarang.
Indonesia juga sudah mengabarkan akan tidak memperpanjang kesepakatan mereka dalam promosi dan perlindungan investasi dengan Singapura, yang akan berakhir 20 Juni 2016 mendatang.
Kesepakatan seperti itu memberikan jaminan kepada investor asing bahwa investasi mereka diberi jaminan perlindungan, serta bantuan dalam penyelesaian sengketa investasi.
PM Loong menambahkan juga bahwa isu tersebut akan perlu untuk diselesaikan, demi menciptakan sebuah iklim investasi yang menguntungkan.
"Meski hal ini merupakan hak kedaulatan dari tiap negara, namun, ketika investor memasuki sebuah negara, mereka tentunya akan mencari jaminan dan kepercayadirian bahwa memang konsep (jaminan) itu ada di sana," jelasnya.
Menurutnya, semakin baik Perjanjian Antar-Pemerintahan yang dimiliki, semakin mudah pula hal tersebut menarik investor untuk datang ke negara itu.
"Jadi, menurut saya, inilah faktor-faktor yang investor akan cari ketika mereka memutuskan apakah mereka akan berinvestasi di Indonesia atau tidak, apa yang menjadi fokus perhatian mereka, dan kami harap kami akan bisa membuat perkembangan, (sehiingga) kedua pihak akan paham bagaimana caranya menciptakan sebuah kondisi (yang tepat) untuk ini," tuturnya lagi.
Sumber : Sumber
Semoga Bermanfaat.
